puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Kontradiksi Sejarah Mei 13, 2015

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 11:40 pm

kebebasan adalah sesuatu yang sakral
kebebasan pujaan para pecinta perdamaian
mereka kompak berteriak mampuslah fascisme!

tapi mereka lupa kejamnya perang kolonial
mereka berlagak amnesia sejarah
super hypokrit pun jadi penyakit menular

siapa yang kenal nama irawan sudjono?
mahasiswa pejuang di bawah tanah
berani mati lawan tentara nazi jerman

di zaman internet  dunia transparansi
rasisme pun jadi menu tiap hari
negara kaya berpolitiknya dua kaki

bahwa kemerdekaan hak segala bangsa
perayaan hari pembebasan itu buat siapa?
jika diskriminasi ternyata masih dipelihara

Amsterdam, 03/05/2015

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s