puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Apologia Mei 13, 2015

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 11:49 pm

apa ada waktu buat kita?
musim hujan larutkan kesedihan
daun pun gugur tanda perubahan

waktu tak menunggumu, bisu
muram langit dinginnya malam
lampu jalanan tergantung kaku

jerit swara roda trem bersaksi
tiada setan tanpa topeng suci
ciuman yudas niat yang culas

tanpa kau sadari waktu berlalu
pergi, entah kemana masa lalu
lupa jalan pulang rindu terbuang

betapa indahnya mimpi sepinya
segunung hayalan tak ada titik komanya
nikmatilah hidup seperti apa adanya

Amsterdam, 19 Desember 2014

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s