puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Leidseplein Agustus 30, 2012

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 12:35 am

mad world, mad world
lagunya gary jules membelah malam di leidseplein
sinar lampu jalanan membias di kaca restoran
dan mata siapa itu dari balik jendela trem?
musik membuai dibelai angin badai
di persimpangan jalan mengucap salam

Amsterdam, 7 februari 2011

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s