puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Batu Agustus 30, 2012

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 12:37 am

panorama stasiun angkot batu,
gunung-gunung tegak mematung,
di selecta batu-batu membisu dimakan waktu.

membaca senja menjelang malam,
ah, itu kan hanya impian semalam,
pilihan hidup bukan di garis tangan.

mengulang cerita tanpa koma,
menjalin cerita perjalanan manusia,
menyimpan memori bersaksi puisi.

Amsterdam, 1 februari 2011

Iklan
 

2 Responses to “Batu”

  1. I like your poem, simple but quite enough to make me involved in meaning

    • herilatief Says:

      terima kasih atas komentarnya. sajak yang lugas akan gampang dimengerti pembacanya. persoalan bangsa kita yang rumit itu harus dicari solusinya dengan kerja keras anak bangsa yang anti korupsi! ayo kita dukung kpk! salam dari amsterdam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s