puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Amsterdam Agustus 30, 2012

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 12:31 am

kota pelabuhan asal muasal kolonial
seperti puisi surrealis yang tragis?
kerajaan bukan sekedar lambang
konflik politik siapa yang menang?

kota misteri dilingkari jalan trem
berbecak dayung bermotor listrik
campuran budaya patatje oorlog
nasi goreng di lagunya wong indo

kota tua dan gedung gedung antiknya
eh ada angsa putih berenang di kanal
rumah kaca di daerah lampu merah
legitimasi sejarah budak masa lalunya

Amsterdam, 24/08/2011

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s