puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Puisi di antara Dua Benua Juli 13, 2010

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 11:07 pm

Puisi di antara Dua Benua

di sini
tanah seberang lautan ide
demi langit merah menyala, api
membakar pahitnya duka

kami punya sejarah terluka
luka dibawanya ke muara, cinta
tanah air mata air kehidupan
mengembara di dunia maya, terbang
bersama debu dan mimpi-mimpinya

nyanyian jejak puisinya?
meminimalis ilusinya
tanah air mata air cintanya!

Heri Latief
Amsterdam, 2005

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s