puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Bukan Puisi Juli 13, 2010

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 11:18 pm

sederhana dan simpel katanya
jauh di sana tempat kelahirannya
rindunya terbang bersama debu
ke negeri timur arahnya angin senja
berbeda budaya bermusim semi
dan ini bukan puisi sayangku
cuma catatan menjelang hari kelahiran
mencoba mengaca pada realita
betapa indahnya bunga impian

Amsterdam, 17 Juni 2010

Iklan
 

Sinetron Reformasi

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 11:16 pm

setelah 6,7 trilyun rupiah menguap jadi angin
tante sri pergi belanja ke amerika
kau tau skenario neolib itu busuk!

tanpa sadar dihipnotis mimpi erotis
ariel peterpan pun jadi tumbal
siapa punya uang bisa membeli emosi

pejabat dan penjahat punya kekebalan hukum
uang pelicin syaratnya mesin birokrasi
presidenmu lagi kemana boss?

negara berhutang kemana-mana
hasilnya untuk dikorupsi bersama-sama
itulah indonesia, kau mau bilang apa?

padamlah sudah semangat mandiri
karakter bangsa kita lagi erosi
ayo nonton sinetron reformasi

Amsterdam, 06/07/2010

 

Jakarta Kita

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 11:08 pm

kampungnya urbanisasi
tanah air semua perantau
harapan pendatang berkilauan
terjebak cinta macet di jalanan
terasing ide kemanusiaan
dirayu jilatan anak setan

jakarta itu biang kerok
pabriknya kasak kusuk busuk
langganan banjir isu
jual pahala beli dosa
bikin orang napsu berkuasa

jakarta panggungnya sandiwara
rakyat tertipu mimpinya penguasa

Heri Latief
Amsterdam, 23/03/2009

 

Puisi di antara Dua Benua

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 11:07 pm

Puisi di antara Dua Benua

di sini
tanah seberang lautan ide
demi langit merah menyala, api
membakar pahitnya duka

kami punya sejarah terluka
luka dibawanya ke muara, cinta
tanah air mata air kehidupan
mengembara di dunia maya, terbang
bersama debu dan mimpi-mimpinya

nyanyian jejak puisinya?
meminimalis ilusinya
tanah air mata air cintanya!

Heri Latief
Amsterdam, 2005