puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Maret 28, 2010

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 8:01 pm

Bayangan

mencari balans
bersajak wajah api
tajam berduri

rindu semalam
muram lampu jalanan
bulan tersiksa

saringan zaman
generasi tragedi
surganya palsu

sugesti mimpi
memasung inspirasi
sisa kenangan

Amsterdam, 07/03/2010

Iklan
 

One Response to “”

  1. pembebasan Says:

    Ditinggalkan jembatan tua itu, menepi arus kali dangkal mengikuti. Mencari akhir jauh di atas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s