puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Maret 28, 2010

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 7:41 am

Cahaya

seperti cahaya bisu di kegelapan
mencari gema suara pejalan kaki
berliku jalan kehidupan meragu
liar membias sinar lampu jalanan
hujan datang bersama cendawan
berbisik angin merayu awan
dibawa lari kekasih para dewa
tersenyumlah para penantang langit
tetaplah semangat menggali jati diri
mantra penangkal segala kepedihan
dalam sebaris syair yang berlawan

Amsterdam, 10/03/2010

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s