puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Maret 28, 2010

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 7:36 am

Sajak Jalang

batas harapan di langit keberapa?
melesat panah menembus waktu
tujuan satu caranya berlainan

yang mendambakan cahaya
kontradiksi napsu bersilang jalang
pasang badan jaga hayalan

jangan ngayal yang bukan-bukan
ruang hampa dimakan mimpi
merindukan sajak yang tak bertuan

membaca masa depan dari dalam?
jika masa lalu gelap seperti malam
lamuman bukan manisnya angan-angan

Amsterdam, 13/03/2010

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s