puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Maret 28, 2010

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 7:35 am

Tanggul Dendam

di pasar porong pengungsi berlumpur
derita rakyat desa terendam lumpur
terbayang di mata sampai sekarang
reruntuhan rumah cermin kehancuran
wong ndeso melawan kekuasaan
persoalan politik makin membusuk
politisi jakarta berebutan korsi
mulutnya ngibul setinggi tanggul
berasap api perlawanan jelata
tanda amarah makin memerah
terhimpun dalam pahitnya dendam

Amsterdam, 14/03/2010

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s