puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Maret 28, 2010

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 7:22 am

Politik Kita

mari kita ngopi di pinggir jalan
ngobrol santai di segala isu

supir taksi punya teori
rit demi rit cari duit makin sulit
mengeluh hidup makin terjepit

supir bajay kenyang diperas
di jalanan semua ada aturan
siapa yang punya dekingan?

kang ojek mengejek sistem
ternyata doi lulusan es satu
ngojek terpaksa tak punya job

pemulung cuma ketawa bingung
bisnis barang bekas masih hot, katanya
seni mengais sampah rumah gedongan

di pinggir jalan penonton bosan
politisi merayu swara demi korsi

Amsterdam, 25/03/2010

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s