puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Maret 28, 2010

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 7:14 am

Marjinalisasi

diasah, pertentangan.
percikan api, memori.
tajam, menyayat luka.

meramal hujan, gelap.
mendung lagi, katanya.
resah sudah gelisah.

dibuai janji sorga, pedih.
diam, saat meditasi.
menyeberangi batas mimpi.

Amsterdam, 270310

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s