puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Rindu Ironi Juli 28, 2009

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 10:15 pm

mengulang kata jadi puisi?
mendulang mimpi jadi sepi
merindu siapa hari ini?

Amsterdam, 22/07/2009

Iklan
 

8 Responses to “Rindu Ironi”

  1. penjual kopi Says:

    puisi media kita bercerita ironi…

  2. Danu Says:

    merindu puisi, merindu puisi. merindu puisi yang tak sekedar kata. merindu puisi yang memilih sepi sebagai jalan, sebagai senjata bertempur melawan ironi dalam puisi itu sendiri.

    Salam……

  3. hanya 3 larik tetapi saya sangat menyukainya karena mungkin sedang mengalami suasana dan perasaan yang sama.

  4. duh bagusnya puisi ini ….sampai dua kali dikomentari ….bagus bagus bangeeet


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s