puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Bandar Bangkrut November 19, 2008

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 12:44 am

Bandar Bangkrut

akibat musim bandar bangkrut
dunia meriang kena penyakit ganas
manusia pun bisa jadi buas
garang seperti binatang jalang
mati kerna berebut sepotong roti

kemiskinan batin tanpa perasaan
saling injak dan memperbudak
siapa berdokat di cap hebat
bebas dari dosa tak berampun

di negeri budak mimpi terjebak
kemiskinan cermin pahitnya kenyataan
lumpur hitam bau penindasan
kesabaran rakyat sampai kapan?

di pasar porong banjir janji politik
penagih janji kemana dia pergi?
Amsterdam, 17/11/2008

Iklan
 

18 Responses to “Bandar Bangkrut”

  1. nina latief Says:

    halo adik gue,
    puisi lo sudah gue baca……
    menyentuh…kesegala lini……. he he he…. semoga yang merasa telah berbuat kesalahan pada negeri ini….. cepet sadar……jangan lagi ditambah kemiskinan ini dengan tingkah polah mereka-mereka yang lupa diri dan lupa pada saudara-saudara kita yang masih banyak menderita……..
    bravo !!

  2. meiy Says:

    bandar bangkrut
    rakyat carut marut

  3. gadis rantau Says:

    alow Bung..tumben nih masih inget mengunjungi blogku. btw,seperinya jarang online blog ya?

  4. aku telah sampai di sini bung heri, membaca beberapa tulisanmu, aku belum begitu mengenalmu tapi apapun tulisan njenengan begitu tegas dan cermat membedah beberapa persoalan di negeri kita

    dan tanpa perlu katakata heroik dariku, anda pasti tetap dengan prinsipprinsip pembebasan hingga kemerdekaan tak lagi berjarak bukan

    bravo sobat

  5. poncowae lou Says:

    dari awal sangat terasa jiwa berontaknya.
    semakin masuk…. semakin rasa sakit ini tercerabuti
    sedang klimaknya, perenungan tuk semua insan yang masih punya hati nurani

    sukses selalu dan salam kenal

    trims
    salam persobatan
    Ponco Wae
    http://bantar-angin.blogspot.com/
    http://www.lembahkasih.co.cc/

  6. ɐʎ ɐƃnɾ ıɯɐʞ ƃunʞnp ˙˙ɐɹʇsɐs ɯɐlɐs ˙˙sɐɯ lɐuǝʞ ɯɐlɐs

  7. agussyafii Says:

    salam mas Hery latief,

    apa kabar? semoga sehat selalu..

    kangen nih lama tak jumpa mas hery..

  8. Irwan Bajang Says:

    membaca puisi2 Bang HL selallu saja membuat saya merinding…
    uh, betapa aku merasakan hatimu yang sensiti teriris2 Bang..

    blognya aku link ya di blogku…

    salam sehat selallu

    btw..titip lik donk…silakan dicek http://www.kemudian.com/node/229332

  9. laytz Says:

    bang latif… ikut bertamu ya..

    “kemiskinan batin tanpa perasaan
    saling injak dan memperbudak”
    jelas baget bang
    kemiskinan batin itu yg lebih bikin krisis

  10. AgusNaim Says:

    wah, saya baru tau kalo abang ngumpulin puisi disini. setau saya dulu cuman di milis. Maaf ga pernah mampir

  11. abu Says:

    salam kena pak Latif…

    salam pembebasan…

  12. mampir sobat, baca-baca, banyak artikel enak dibaca disini, thanks, salam 🙂

  13. Waaah, sepertinya Mas Heri pindah dari sini. Sudah lama ndak diupdate..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s