puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Sajak Orang Perantauan September 5, 2008

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 3:40 pm

Sajak Orang Perantauan

koesplus pernah nyanyi begini
ke jakarta aku kan kembali

umur bilang memorinya jalang
ngikutin batin kemana pulang

sepanjang jalan kehidupan
jumpa beragam duri cobaan

semangat tetap bela keadilan
sepanjang napas puisi yang berlawan

Heri Latief
Amsterdam, 16 juni 2008

Iklan
 

2 Responses to “Sajak Orang Perantauan”

  1. yang ini kelihatannya “sedih” sebab rindu pada jakarta sementara umur terus bertambah dan tidak terjawab apakah kerinduan kepada jakarta tuntas. kelihatannya tidak sebab “…ngikutin batin kemana pulang” batin si kelihatannya ingin ke jakarta tetapi tak pernah dikatakan ke jakarta (halah kok komentar putar2) lalu apa ya artinya “sepanjang napas puisi yang berlawan” barangkali : tetap membela keadilan lewat puisi2 yang ‘melawan’


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s