puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Bandung Mendung September 5, 2008

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 3:42 pm

Bandung Mendung

kota kembang itu kota kumbang
apakabar puisi yang berlawan?
dimana dicari secomot nyali
ingat legenda dayang sumbi?
anjing bapaknya sangkuriang?

bisu sunyi terbakar sepi
kerna hidup semakin terjepit
semua dijual obral-obralan
di pinggir jalan kemaksiatan
kemiskinan itu biang persoalan
lalu semua tiarap meluk nasib
nyali sembunyi di ketek mami?

bandung kota kenang-kenangan
kini tak bisa dikenali lagi
mimpi ngeri disinari cahya neon
terjebak iklan dahaga konsumsi

jangan simpan semua dendam!
tunggu tanggal mainnya
rapatkan barisan kawan
jangan mau tertipu rayuan
jalin jaringan anti penindasan!

Heri Latief
Bandung, 28/06/2008

Iklan
 

6 Responses to “Bandung Mendung”

  1. gadis rantau Says:

    khabarku baik bang. makasih atas email balasannya. oh iya, jika ingin tahu tulisan itu, bung heri langsung klik aza tulisan book review yg ada di header. txs ya ..

  2. kasmawati Says:

    Bandung lagi mendung, tapi saya berharap bang heri juga gak ikutan mendung nihhh
    salam kenal…
    semua puisix bagus, membangkitkan semangat perlawanan untuk melawan arus

  3. dewa api Says:

    Bandung sekarang lebih sering banjir

  4. herilatief Says:

    trima kasih atas komentarnya. bandung di jaman saya masih kecil sangat sejuk dan indah. jaman sekarang kayaknya bandung cuma kayak jakarta 2 jadinya.

  5. yoe Says:

    betulll, om…

  6. Irwan Bajang Says:

    iya Bung HL…
    setuju, semua kota mau dijadikan metropolitan.
    desa2 malah dianjurkan untuk jadi kota…
    anak2 kehilangan lapangan bola

    jadi ingat lagu iwan fals:

    Desa harus jadi kekuatan ekonomi, agar rakyatnya tak hijrah ke kota, sepinya desa adalah modal utama, untuk bekerja dan menenagkan diri..

    ingat Mao Juga, DEsa mengelilingi kota

    hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s