puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Mei 3, 2008

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 5:44 pm

Merdeka atau Miskin

rakyat resah langit merah
muram senja di jakarta
tanda angin politik mana?

sumber bencana dari istana
lumpur membusuk janji palsu
sulit hidup antrian sembako

berita koran soal kelaparan
sinis senyum politik tipsani
nipu terus bangsa sendiri

bangkit rakyat indonesia
belajar sejarah kebangsaan
maju ide yang berlawan

Amsterdam, 3 april 2008

Iklan
 

5 Responses to “”

  1. Gita Says:

    “Merdeka atau Miskin”

    akh.. tidak dapat dipilih, karna ujungnya sama-sama Kelaparan

  2. heri Says:

    Puisi yang membumi
    membakar hati nurani
    salut…

  3. Agus Says:

    Bagaimana kita mau merdeka di dalam dunia pendidikan masih saja terjadi seperti berita dibawah ini

    BTW… puisinya muatap

    tq

    agus

    Masih Ada Diskriminasi di Kampus
    Senin, 14 Juli 2008, 22:33:33 WIB

    Laporan: Febrianto

    Jakarta, myRMnews. Kabar tak sedap merebak di kampus Universitas Taruma
    Negara (Untar) Jakarta.

    Pemilihan rektor periode 2008-2012 disisipkan isu SARA yang bertujuan
    mengganjal salah satu calon.

    Ketika dikonfirmasi wartawan, salah seorang Guru Besar justru menepis
    isu tersebut.

    “Tidak ada isu SARA dalam pemilihan rektor,cuma masalah internal saja,”
    ujar seorang Profesor tak mau disebut namanya.

    Meski demikian, ia mengakui terdapat permasalahan dalam pemilihan rektor
    baru menggantikan Profesor Dali S. Naga yang sudah menjabat selama dua
    periode (2000-2004 dan 2004-2008).

    Pada saat rapat senat guru besar pemilihan rektor, terdapat dua calon.
    Suara terbanyak diraih Prof. Sofia W. Alisjahbana, mengalahkan Dr.
    Monthy P. Satiadharma.

    “Tapi dari hasil pemilhan itu pihak Untar tidak menyetujui dan sampai
    sekarang belum disahkan sebagai calon rektor dengan suara terbanyak,”
    ungkapnya.

    Sebelumnya dalam bursa pemilihan rektor itu sempat tercetuskan bahwa
    rektor Untar harus berasal dari etnis Tionghoa, yang juga sebagai etnis
    pemilik yayasan tersebut.

    Padahal dari 10 syarat menjadi rektor tidak disebutkan bahwa calon
    rektor harus dari etnis tertentu.

    “Jadi biarpun sudah ada yang menang dalam pemilihan rektor, sampai saat
    ini Untar belum menentukan rektornya,” pungkasnya. [rul]

    http://www.myrmnews .com/indexframe. php?url=situsber ita/index. php?pilih= lihat_edisi_ website&id= 60984

  4. ladangkata Says:

    belum..belum kami belum merdeka
    karena keadilan belum jadi sepenuhnya milik kami
    karena kesejahteraan belum berkunjung di rumah kami
    karena kelaparan masih juga jadi sahabat kami

    kata siapa kami sudah merdeka?

  5. judulnya buah simalakama (saya baru lihat karya2nya dibuat di amsterdam?)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s