puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

April 24, 2008

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 12:24 am


ANAK

anak-anak di pinggir jalan
bermain tebak-tebakan
apa besok masih bisa makan?

di jalanan debu berkejaran
mimpi rindu terbakar ide
arah sinyal dari perlawanan

dilapisi duri dendam sejarah
taktik diam yang berlawan
siapa tuan punya kuasa?

syair terluka tragedi kita
berlumpur rakyat kemiskinan
kekuasaan tak punya perasaan

anak muda harapan bangsa
berjuang atas nama ketidakadilan
dijaga panasnya api puisi

menebar ide anti penindasan
menuai panen pertanyaan
siapa sanggup menahan lapar?

kemelaratan bukan ibadah
rapatkan barisan dari bawah
solidaritas rakyat demi perjuangan!

Amsterdam, 24 april 2008

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s