puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Februari 22, 2008

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 10:34 am

marit-en-jim-17012008-amsterdam-001.jpg

Iklan
 

One Response to “”

  1. gita Says:

    huwehehehe.. bagus yang nampak depan pak potonya. kliatan lebih garang dan sangar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s