puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

DEMI PUISI SESUAP NASI Oktober 18, 2007

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 7:10 pm

DEMI PUISI SESUAP NASI

terbaca dari matanya
luka sejarahmu pedih
muram langit bulan oktober
desah angin punya cerita
tadi pagi koran bilang apa?

demi angka statistiknya politik
kemiskinan itu dijaga bunga hutang
tanggungjawab pemerintah ditarok dimana?
jika di negerimu korupsi itu rajadiraja

maka berdoalah
semoga tak terjadi revolusi
banjir darah jangan terulang lagi

persatuan dikuatkan
belajar dari kesalahan
dan mau berkorban
demi perubahan
dan keadilan
buat semuanya

kerna ini persoalan kitakita
menjaga persatuan bangsa

kerna musuh selalu rusuh
cemburu lagu padamu negeri
ribut diatur oleh pasar modal?

rindulah pada sang pemersatu!
tunjukkan keberanian
semangat kemerdekaan

merdeka atau mati
bukan hanya sekedar semboyan

realita sekarang jurang kemiskinan
di atas tumpukan emas dan berlian
jutaan mulut menganga lapar, ngeces
ilernya adalah air suci pengorbanan
dipersembahkan buat tuan dan nyonya
sang pemodal bisnis klas penindas

Amsterdam, 18 Oktober 2007

Iklan
 

2 Responses to “DEMI PUISI SESUAP NASI”

  1. Postiera Says:

    saatnya memprovokasi dan mempersenjatai diri
    bukankah revolusi dimulai dari diri sendiri?

    di negeri konyol republik indonesia (nkri)
    tak ada harapan tersisa
    komentar istana hanyalah dagelan murahan
    jutaan ra’yatnya melarat
    lapar berat

    pemberantasan korupsi masih setengah hati
    BLBI ga bakalan pernah di usut
    semua kerna masalah administratif (katanya UUnya belum diurusin wakil ra’yat)

    menanti revolusi abad 21

    salam hormat Bang Heri,
    Aulia Postiera

  2. Furkan Says:

    Dingin Panas bercampur Sejuk…
    Beda Rasa Beda Makna
    Satu Hati Satu Jiwa
    Satu Bahasa Satu Indonesia

    Salam Kenal Pak

    -FuRkaN-
    -[ Ketika Rasa Tak Dapat Di Ungkap Dengan Kata ]-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s