puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

KEMERDEKAAN KITA Agustus 15, 2007

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 3:01 pm

KEMERDEKAAN KITA

kemerdekaan itu fatamorgana
raja lenong masih aja nongkrong
di istana negara doi berkuasa
di luar sana rakyatnya miskin merana

indonesia seperti di jaman kolonial
klas penindas dideking senjata dan modal
klas tertindas diinjak dan diperas

kemerdekaan kayak roman picisan
penguasa istana maunya dipanggil tuan

apa enaknya dijajah bangsa sendiri?
rindu riwayat sejarah bangsa kuli
ngantri ngemis demi sesuap nasi

kemerdekaan itu hayalan bisu
di tanah air yang kayaraya
yang tumbuh cuma korupsi dan prostitusi

siapa itu yang ngaku-ngaku bangsa indonesia?
jutaan bangsanya mati sia-sia dibantai penguasa

peristiwa madiun
tragedi 1965
peristiwa tanjung priuk
tragedi semanggi
wiji thukul
munir

kemerdekaan itu catatan berdarah
lebih dari seratus juta rakyat melarat berat
ratapan anak jalanan nyangkut di langit ketujuh

kemerdekaan bukan jatuh dari langit
kemerdekaan bau darah keringat rakyat

seruan di jaman revolusi 45
merdeka bung, tetep!
ada nica bung, tangkep!

sekarang ceritanya lain lagi bos!
kemerdekaan jadi mék-kep doang
pesta 17an lomba panjat pinang

merdeka atau mati sudah diganti
bisnis koruptor maling berdasi
slogan di jaman reformasibasi

merdeka bung, tetep
ada koruptor bung, tangkep!

Amsterdam, 15 Agustus 2007

 

Surat Tadi Pagi Agustus 14, 2007

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 1:31 pm

Surat Tadi Pagi

kubaca surat tadi pagi
bunyinya begini

yang pertama, berani
yang kedua, mandiri
yang ketiga, nkri

kubaca postingan di dunia maya
debat seru persatuan bangsa
negerinya kaya punya kemiskinan
ditindas ganas ide kemanusiaan

kubaca lagi surat tadi pagi
katanya rakyat sudah putus asa
gaya penjajahan yang sama
dari istana yang itu juga

Amsterdam, 14082007

 

Erosi Ilusi Agustus 4, 2007

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 11:00 am

Erosi Ilusi

puisi bisa ditimbang beratnya?
nyali puisi bisa bakar mimpimu

seperti puisi jaman revolusi
tertulis di tembok memori
: merdeka atau mati!

sekarang maunya lain lagi bos!
puisi sebagai obat anti depresi?

siapa tau busuknya lumpur lapindo?
dosa sejarahmu anti kemanusiaan
hasilnya rakyat makin melarat
para penjilat kenyang berat!

puisi sebagai alat
anti penindasan rakyat

begitulah mustinya
penyair sadar lingkungan
meyuarakan swara yang tertindas

Amsterdam, 4 agustus 2007