puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

Desamu Mengepung Kota Juli 25, 2007

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 9:14 am

Desamu Mengepung Kota

desa-desa terendam lumpur bisu
swara wakil rakyatmu membatu?

kerna perasaian rakyat tak terwakili
kepentingan grup bisnis nomor satu
politisi pun rebutan tender pilpres
intelektual bayaran jadi tim sukses
lengkap dengan semboyan tipuan
ngeberakin segala yang buta warna

lalu apa dayamu penyair?
sekedar punya mimpi dalam sebaris syair?

tanyalah pada kaum urban
setelah ia berhasil di ibukota
lupa pada kampung halaman
yang tersisa memori karatan

nyanyian anak jalanan merindukan bulan
syok terapi pada kenangan di perantauan

amsterdam, 24/07/2007

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s