puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

BOM BUTA TULI Mei 20, 2007

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 3:08 pm

BOM BUTA TULI

lihatlah!
apa yang terjadi di kuta square?
teror menyebar bau kematian
di malam minggu malam kelabu
sirene ambulans merobek malam
jeritan para korban menyayat perasaan
menghujam tepat di jantung persoalan
: fanatisme dan kemiskinan!

kemiskinan dibiarkan sebagai budaknya sistim
fanatisme dipelihara untuk menjaga kekuasaan

lihatlah!
siapa yang paling beruntung dalam bisnis ketakutan?
teror bersarang disetiap hati yang frustrasi
siapa yang bisa mendeteksi kebusukan ilusi?

lihatlah!
pameran bacot para politisi diumbar di layar tv
virus teror dijadikan isu inti bom buta tuli
liarnya rumor klas warung bicara lain lagi
faktor kemiskinan janganlah dilupakan!

Amsterdam, 03/10/2005

 

Iklan
 

One Response to “BOM BUTA TULI”

  1. Makyun Says:

    Saya kira, terorisme tidak hanya disebabkan oleh kemiskinan dan fanatisme saja, meskipun hal itu memang menjadi akar sosiologis dan antropologis kekerasan dalam diri manusia. Sumber kekerasan dalam diri manusia, menurut saya, memiuliki dasar juga secara epistemologis. Jadi, bukan cuma kemiskinan dan fanatisme, melainkan juga mencakup dasar pengeyahuan manusia dalam mengidentifikasi orang lain. Sebab, kita (?) terbiasa juga dengan kekerasan ketika kita mulai mengenali orang lain, yaitu dengan memberi identitas. Sebagai contoh, saya memahami diri anda tentu tidak secara utuh, melainkan melalui identifikasi, misalnya anda lebih tua, seorang marxist, tinggal di luar negeri, tidak separta dengan saya, bukan dari kelas sosial yang sama dengan saya, dan seterusnya. Identifikasi ini dapat berubah menjadi stereofikasi, dan bahkan, melalui media, dapat diperkuat melalui media menjadi stigmatisasi yang mengarah kepada pembedaan antargolongan. Dengan penghayatan berlebihan terhadap nilai yang yang membedakan identitas kelompok, misalnya agama dan atau partai politik; dan permasalahan sosiologis, misalnya kemiskinan, kekerasan yang berakar secara epistemologis ini dapat terimplementasi menjadi sebuah bentuk kekerasan fisik, misalnya terorisme.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s