puisi sebagai alat anti penindasan

melawan sepanjang napas puisi

puisi Mei 6, 2007

Filed under: Uncategorized — herilatief @ 5:23 pm

RESTORAN DI TONG SAMPAH KITA

Rakyat melarat hanya punya segenggam harapan
Hanya punya impian makan rendang ati sama nasi pandan
Hanya bisa ngiler dalam fatamorgana dunia hayalan

Kita sendiri tidak pernah merasakan lapar
Di atas meja makan lauk pauk berlimpahan
Sampai anjing kita pun makan bistik import!

Sementara anak gembel itu mengais nasib
punya restoran tong sampah rumah kita
Mengunyah dengan nikmatnya makanan busuk !

Siapa orang-orang yang beruntung di jaman sialan ini ?
Mereka yang berdasi pencuri nasi dari perut si anak miskin ?

Rakyat hanyalah penonton yang ngiler doang ?
Yang kelihatanya masih sabar terus nih
Walau pun air liur  sudah ngecés deres
Sementara itu korlapnya asyik bagi-bagi komisi

Itulah kita sekarang
Yang hanya dijejali janji-janji politik licik
Setiap masa berganti topeng sang penguasa
Rakyat jelata tetap lapar dan tak berdaya

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s